Panen Perdana Kebun Sawit Kemasjidan Al Jihad, Wujud Gotong Royong Masyarakat
humannesia.com / DARUL HIKMAH – Suasana penuh kegembiraan terasa sejak pagi ketika ratusan warga dari tiga gampong, yakni Krueng Tho, Paya Santeut, dan Arongan, tumpah ruah ke kebun sawit Kemasjidan Al Jihad yang terletak di Gampong Arongan. Minggu (24/8/2025).
Hari itu menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya kebun sawit seluas 6,4 hektare hasil swadaya masyarakat dipanen.
Panen perdana ini turut dihadiri oleh Bupati Aceh Jaya Safwandi, mantan Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman dan Usman Idgham, Camat Darul Hikmah bersama perangkatnya, para mukim, keuchik, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat.
Pengelolaan kebun sawit dipercayakan kepada panitia yang ditunjuk melalui SK pengurus masjid, dengan susunan Ketua M. Ali, Sekretaris Juhadi, dan Bendahara Zulkifli.
![]() |
| Bupati Aceh Jaya Safwandi, S.Sos sedang melakukan Panen Perdana Sawit KPA |
Hari itu menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya kebun sawit seluas 6,4 hektare hasil swadaya masyarakat dipanen.
Panen perdana ini turut dihadiri oleh Bupati Aceh Jaya Safwandi, mantan Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman dan Usman Idgham, Camat Darul Hikmah bersama perangkatnya, para mukim, keuchik, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran mereka menambah semarak acara yang diwarnai rasa syukur dan kebersamaan.
Kebun sawit ini lahir dari sebuah gagasan sederhana. Beberapa tokoh masyarakat seperti Pang Doen, Juhadi, dan Miswadi, memikirkan cara agar Masjid Al Jihad dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan pembangunan dan kemakmuran jamaahnya.
Kebun sawit ini lahir dari sebuah gagasan sederhana. Beberapa tokoh masyarakat seperti Pang Doen, Juhadi, dan Miswadi, memikirkan cara agar Masjid Al Jihad dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan pembangunan dan kemakmuran jamaahnya.
Gagasan itu kemudian disampaikan kepada masyarakat dan langsung disambut antusias. Tanpa memandang besar kecilnya sumbangan, warga secara ikhlas menyumbang mulai dari Rp10 ribu, Rp100 ribu, hingga Rp1 juta.
Dari hasil gotong royong inilah pada tahun 2023 berhasil terbeli lahan kebun sawit yang kini diberi nama Lampoh Sawet KPA (Krueng Tho, Paya Santeut, dan Arongan).
Pengelolaan kebun sawit dipercayakan kepada panitia yang ditunjuk melalui SK pengurus masjid, dengan susunan Ketua M. Ali, Sekretaris Juhadi, dan Bendahara Zulkifli.
Semua hasil kebun ini akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan Masjid Al Jihad, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga mendukung kegiatan sosial keagamaan.
Acara panen perdana diawali dengan panen simbolis yang dilakukan oleh ulama Abati Hamdani, Bupati Aceh Jaya Safwandi, dan mantan Bupati Azhar Abdurrahman. Setelah itu, warga bersama-sama melanjutkan panen sambil bercengkerama dengan suasana penuh keakraban.
Tak hanya panen, acara juga dirangkai dengan santunan untuk anak yatim dan kenduri makan bersama. Meja-meja panjang terisi aneka hidangan yang dibawa warga, menjadi simbol kekompakan dan kebersamaan.
Acara panen perdana diawali dengan panen simbolis yang dilakukan oleh ulama Abati Hamdani, Bupati Aceh Jaya Safwandi, dan mantan Bupati Azhar Abdurrahman. Setelah itu, warga bersama-sama melanjutkan panen sambil bercengkerama dengan suasana penuh keakraban.
Tak hanya panen, acara juga dirangkai dengan santunan untuk anak yatim dan kenduri makan bersama. Meja-meja panjang terisi aneka hidangan yang dibawa warga, menjadi simbol kekompakan dan kebersamaan.
Senyum anak-anak yatim, semangat orang tua, serta rasa syukur jamaah membuat acara ini semakin bermakna.
“Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan kerja sama kita. Insya Allah, dengan adanya kebun sawit ini, kebutuhan masjid bisa kita penuhi bersama,” ujar salah seorang panitia dengan mata berbinar.
Hari itu, Lampoh Sawet KPA bukan sekadar kebun sawit. Ia menjadi bukti nyata bahwa dengan kebersamaan, masyarakat mampu mewujudkan impian besar: menjadikan masjid sebagai pusat keberkahan, kemandirian, dan persaudaraan.
“Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan kerja sama kita. Insya Allah, dengan adanya kebun sawit ini, kebutuhan masjid bisa kita penuhi bersama,” ujar salah seorang panitia dengan mata berbinar.
Hari itu, Lampoh Sawet KPA bukan sekadar kebun sawit. Ia menjadi bukti nyata bahwa dengan kebersamaan, masyarakat mampu mewujudkan impian besar: menjadikan masjid sebagai pusat keberkahan, kemandirian, dan persaudaraan.
Kontributor : Muhammad Rijal

