Kejadian Naas Dialami Guru Pengawas TKA dari SMAN 1 Indra Makmu
HUMANNESIA.COM / IDI - Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 2 Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur di hari pertama pelaksanaannya, dua orang guru dari SMA Negeri Indra Makmu menjadi pengawas silang mengalami kejadian naas di perjalanan, Senin (26/10/2026).


Pasalnya, dua orang guru dari SMA Negeri 1 Indra Makmu kabupaten setempat yaitu Elvika Zuray SPd dan Farida Sundari SPd, salah seorangnya mengalami kejadian naas.
Dalam perjalanan menuju SMA Negeri 2 Pante Bidari yang berada di daerah 3T (Terluar, Tertingal dan Terdepan), Farida Sundari kecebur di parit yang tergenang air hingga mengakibatkan semua pakaiannya menjadi basah.
Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala SMA Negeri 1 Indra Makmu, Dr Nurdin SPd MA kepada media ini, Selasa (27/10).
Ia menceritakan, dua orang guru tersebut ditugaskan untuk menjadi pengawas silang pada pelaksanaan TKA di SMA Negeri 2 Pante Bidari.
Katanya, sekolah itu berada di daerah pedalaman dan terpencil dengan kondisi jalannya tidak beraspal dan becek serta berlumpur sepanjang 2 Kilometer.
Diceritakannya, dua orang guru tersebut mengendarai sepeda motor. Dengan kondisi jalan becek dan berlumpur akibat turun hujan, medan yang tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan,
Lalu ujarnya, kedua guru pengawas tersebut terpaksa menitipkan sepeda motor mereka di rumah salah seorang warga sekitar,
Kemudian, mereka berdua melanjutkan perjalanan ke sekolah dengan berjalan kaki menembus jalan berlumpur.
Diungkapkanya, sesampainya di dekat area sekolah, Farida Sundari berniat membersihkan kakinya yang kotor berlumur lumpur di tepi parit yang ada kebun sawit.
"Namun naas, ia hilang keseimbangan akibat permukaan yang licin hingga terpeleset dan tercebur ke dalam parit yang ada genagan air," ujar Nurdin.
Disampaikanya, untuk sampai ke SMA Negeri 2 Pante Bidari betul-betul butuh perjuangan.dengan tenaga extra menghadapi jalan belumpur ketika musim.hujan, dan berdebu ketika musim kemarau.
"Kita semua bisa membayangkan guru-guru yang bertugas di daerah pedalaman menghadapi perjalanan dan kondisi alam yang sangat ekstrim, semua dilakukan dengan niat pengabdian serta ketulusan demi mencerdaskan anak bangsa," tandas Nurdin.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala SMA Negeri 2 Pante Bidari, Syahrial Fuadi SPd menyampaikan, keprihatinannya atas insiden twrsrbut. Ia mengaku bahwa akses infrastruktur jalan menuju sekolah yang ia pimpin memang sudah lama membutuhkan perhatian serius.
"Kami sebenarnya sangat senang ketika mendengar adanya kabar rencana perbaikan jalan ini. Namun sangat disayangkan, sampai saat ini janji perbaikan jalan tersebut belum juga terealisasi di lapangan," kata Syahrial.
Dikatakannya, meski harus menempuh perjuangan berat dan diwarnai insiden pengawas yang jatuh ke parit, pelaksanaan TKA di SMA Negeri 2 Pante Bidari pada hari pertama tetap berjalan lancar.
Syahrial mengungkapkan, para siswa terlihat tetap bersemangat dan menunjukkan antusiasme yang tinggi, kondisi jalan yang memprihatinkan tidak menyurutkan niat mereka untuk mengikuti ujian.
"Walaupun kondisi jalan menuju sekolah kami rusak berat dan butuh perhatian serius dari pemerintah, kami warga sekolah tetap semangat mengikuti ujian TKA ini, tujuannya agar peserta didik meraih masa depan, ya g lebih baik" imbuh Syahrial.
Ditambahkanya, masyarakat dan pihak sekolah berharap kepada pemerintah daerah atau pihak-pihak yang terkait, agar dapat segera merealisasikan untuk melakukan perbaikan dengan pengaspalan jalan demi keselamatan serta.kenyamanan semua warga di sana.(***)
Dalam perjalanan menuju SMA Negeri 2 Pante Bidari yang berada di daerah 3T (Terluar, Tertingal dan Terdepan), Farida Sundari kecebur di parit yang tergenang air hingga mengakibatkan semua pakaiannya menjadi basah.
Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala SMA Negeri 1 Indra Makmu, Dr Nurdin SPd MA kepada media ini, Selasa (27/10).
Ia menceritakan, dua orang guru tersebut ditugaskan untuk menjadi pengawas silang pada pelaksanaan TKA di SMA Negeri 2 Pante Bidari.
Katanya, sekolah itu berada di daerah pedalaman dan terpencil dengan kondisi jalannya tidak beraspal dan becek serta berlumpur sepanjang 2 Kilometer.
Diceritakannya, dua orang guru tersebut mengendarai sepeda motor. Dengan kondisi jalan becek dan berlumpur akibat turun hujan, medan yang tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan,
Lalu ujarnya, kedua guru pengawas tersebut terpaksa menitipkan sepeda motor mereka di rumah salah seorang warga sekitar,
Kemudian, mereka berdua melanjutkan perjalanan ke sekolah dengan berjalan kaki menembus jalan berlumpur.
Diungkapkanya, sesampainya di dekat area sekolah, Farida Sundari berniat membersihkan kakinya yang kotor berlumur lumpur di tepi parit yang ada kebun sawit.
"Namun naas, ia hilang keseimbangan akibat permukaan yang licin hingga terpeleset dan tercebur ke dalam parit yang ada genagan air," ujar Nurdin.
Disampaikanya, untuk sampai ke SMA Negeri 2 Pante Bidari betul-betul butuh perjuangan.dengan tenaga extra menghadapi jalan belumpur ketika musim.hujan, dan berdebu ketika musim kemarau.
"Kita semua bisa membayangkan guru-guru yang bertugas di daerah pedalaman menghadapi perjalanan dan kondisi alam yang sangat ekstrim, semua dilakukan dengan niat pengabdian serta ketulusan demi mencerdaskan anak bangsa," tandas Nurdin.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala SMA Negeri 2 Pante Bidari, Syahrial Fuadi SPd menyampaikan, keprihatinannya atas insiden twrsrbut. Ia mengaku bahwa akses infrastruktur jalan menuju sekolah yang ia pimpin memang sudah lama membutuhkan perhatian serius.
"Kami sebenarnya sangat senang ketika mendengar adanya kabar rencana perbaikan jalan ini. Namun sangat disayangkan, sampai saat ini janji perbaikan jalan tersebut belum juga terealisasi di lapangan," kata Syahrial.
Dikatakannya, meski harus menempuh perjuangan berat dan diwarnai insiden pengawas yang jatuh ke parit, pelaksanaan TKA di SMA Negeri 2 Pante Bidari pada hari pertama tetap berjalan lancar.
Syahrial mengungkapkan, para siswa terlihat tetap bersemangat dan menunjukkan antusiasme yang tinggi, kondisi jalan yang memprihatinkan tidak menyurutkan niat mereka untuk mengikuti ujian.
"Walaupun kondisi jalan menuju sekolah kami rusak berat dan butuh perhatian serius dari pemerintah, kami warga sekolah tetap semangat mengikuti ujian TKA ini, tujuannya agar peserta didik meraih masa depan, ya g lebih baik" imbuh Syahrial.
Ditambahkanya, masyarakat dan pihak sekolah berharap kepada pemerintah daerah atau pihak-pihak yang terkait, agar dapat segera merealisasikan untuk melakukan perbaikan dengan pengaspalan jalan demi keselamatan serta.kenyamanan semua warga di sana.(***)
Kontributor : Baihaqi