Dari Kebun Sekolah untuk Sesama, SILASEH Jadi Inovasi Peduli Sosial di SMP Negeri 1 Darul Hikmah
humannesia.com / ACEH JAYA - SMP Negeri 1 Darul Hikmah mengembangkan program inovatif bertajuk SILASEH (Sawit Lestari Sekolah Hebat) dengan memanfaatkan lahan pekarangan sekolah untuk budidaya kelapa sawit.

Program Sekolah yang berlamat di Gampong Pajar, Kecamatan Darul Hikmah, kabupaten Aceh Jaya, tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun lingkungan produktif sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa.
Nama SILASEH diambil dari istilah budaya Aceh, Ranup Seulaseh, yang melambangkan penghormatan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Filosofi itu kemudian diimplementasikan melalui pengelolaan kebun sawit yang melibatkan warga sekolah.
Kegiatan SILASEH meliputi pembibitan, perawatan rutin, pemupukan, pembersihan tandan buah sawit, hingga proses panen. Hasil panen dijual ke tempat penampungan TBS (Tandan Buah Segar) milik warga setempat sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat sekitar.
Kepala SMP Negeri 1 Darul Hikmah, Muhammad Rizal, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter bagi siswa.
“Melalui program SILASEH, siswa diajarkan pentingnya kepedulian, gotong royong, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keuntungan dari hasil panen sawit dimanfaatkan untuk membantu siswa yatim, piatu, yatim piatu, serta mereka yang berhak menerima di lingkungan sekolah. Selain itu, hasil program juga digunakan untuk mendukung kebutuhan sekolah dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
Salah seorang siswa penerima manfaat, Muhammad Ghufran, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
“Bantuan dari hasil panen sawit sangat membantu kebutuhan sekolah kami. Kami juga merasa diperhatikan dan didukung,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Ibrahim, mengapresiasi inovasi yang dilakukan pihak sekolah. Menurutnya, SILASEH menjadi program positif yang tidak hanya memberi manfaat bagi sekolah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan.
“Program ini sangat baik karena hasilnya benar-benar dirasakan oleh siswa dan sekolah. Semoga dapat terus berjalan dan berkembang,” ujarnya.

Program Sekolah yang berlamat di Gampong Pajar, Kecamatan Darul Hikmah, kabupaten Aceh Jaya, tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun lingkungan produktif sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa.
Nama SILASEH diambil dari istilah budaya Aceh, Ranup Seulaseh, yang melambangkan penghormatan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Filosofi itu kemudian diimplementasikan melalui pengelolaan kebun sawit yang melibatkan warga sekolah.
Kegiatan SILASEH meliputi pembibitan, perawatan rutin, pemupukan, pembersihan tandan buah sawit, hingga proses panen. Hasil panen dijual ke tempat penampungan TBS (Tandan Buah Segar) milik warga setempat sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat sekitar.
Kepala SMP Negeri 1 Darul Hikmah, Muhammad Rizal, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter bagi siswa.
“Melalui program SILASEH, siswa diajarkan pentingnya kepedulian, gotong royong, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keuntungan dari hasil panen sawit dimanfaatkan untuk membantu siswa yatim, piatu, yatim piatu, serta mereka yang berhak menerima di lingkungan sekolah. Selain itu, hasil program juga digunakan untuk mendukung kebutuhan sekolah dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
Salah seorang siswa penerima manfaat, Muhammad Ghufran, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
“Bantuan dari hasil panen sawit sangat membantu kebutuhan sekolah kami. Kami juga merasa diperhatikan dan didukung,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Ibrahim, mengapresiasi inovasi yang dilakukan pihak sekolah. Menurutnya, SILASEH menjadi program positif yang tidak hanya memberi manfaat bagi sekolah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan.
“Program ini sangat baik karena hasilnya benar-benar dirasakan oleh siswa dan sekolah. Semoga dapat terus berjalan dan berkembang,” ujarnya.
Kontributor : Maswadi